Berbicara tentang cinta, berarti berbicara tentang sesuatu yang setiap berbeda persepsi tentangnya. Ada yang mengatakan bahwa cinta adalah perasaan suka, ada yang mengartikan ketertarikan kepada lawan jenis, ada yang mengatakan bahwa cinta adalah segalanya, bahkan ada yang mengatakan bahwa cinta adalah kau mengorbankan segalanya kepada yang engkau cinta.
Tak salah, karena setiap orang memang memiliki pandangan yang berbeda tentang itu. Perbedaan itu kadang muncul karena ada pengaruh dari luar, kadang pula muncul karena dorongan orang-orang disekitar, kadang pula muncul karena pemahaman manusia yang berbeda, sehingga wajarlah apabila persepsi tentang cinta memang tidak pernah sama.
Memang perbedaan dalam menafsirkan sesuatu adalah sesuatu yang niscaya, kita tidak bisa memaksakan apa yang ada dipikiran kita kepada orang lain.
Namun satu yang pasti bahwa cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Karena cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia, karenanya itu manusia perlu menjaga cinta agar tidak menjerumuskan nya ke hal-hal yang diharamkan oleh sang pencipta.
Jika sekiranya rasa cinta itu muncul kepada orang lain , lantas kita belum mampu untuk merealisasikannya dalam bentuk ikatan yang suci, cintailah ia dalam diam. Pantaskan diri adalah cara mencintai dalam diam.
“Kini aku tersadar, bahwa sendiri adalah status terbaik sebelum menikah. Kesucian diri, tulusnya cinta, dan besarnya pengorbanan, hanya untuk orang yang sudah dihalalkan bagi kita. Maka sebelum nikah kita harus bersabar dalam kesendirian. Kita padatkan waktu untuk berprestasi. Tak perlu lagi kita galau soal jodoh. Kalau diri kita berkualitas. Jodoh yang berkualitas akan dihadirkan untuk kita,” (Ahmad Rifa’i Rif’an)
Kelola cinta itu kawan, karena cinta tidak mesti memaksakan diri untuk melupakan, dan cinta juga tidak memaksa diri untuk memiliki.
Saudaraku
Tautkan cinta mu kepada sang pemilik cinta, lampiaskan cinta mu melalui bait-bait doa kepada sang pemilik cinta, curahkan segalanya kepadanya. Mohonlah ampunan kepada Allah apabila didalam hati kita masih menyimpan rasa cinta kepada orang yang belum lagi halal bagi kita, semoga kelak kita dipertemukan dengan belahan jiwa kita disaat yang tepat, bertemu dalam kesucian cinta karenanya.
Bersabarlah dengan kesendirian
Selagi cinta belum halal.
Tak salah, karena setiap orang memang memiliki pandangan yang berbeda tentang itu. Perbedaan itu kadang muncul karena ada pengaruh dari luar, kadang pula muncul karena dorongan orang-orang disekitar, kadang pula muncul karena pemahaman manusia yang berbeda, sehingga wajarlah apabila persepsi tentang cinta memang tidak pernah sama.
Memang perbedaan dalam menafsirkan sesuatu adalah sesuatu yang niscaya, kita tidak bisa memaksakan apa yang ada dipikiran kita kepada orang lain.
Namun satu yang pasti bahwa cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Karena cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia, karenanya itu manusia perlu menjaga cinta agar tidak menjerumuskan nya ke hal-hal yang diharamkan oleh sang pencipta.
Jika sekiranya rasa cinta itu muncul kepada orang lain , lantas kita belum mampu untuk merealisasikannya dalam bentuk ikatan yang suci, cintailah ia dalam diam. Pantaskan diri adalah cara mencintai dalam diam.
“Kini aku tersadar, bahwa sendiri adalah status terbaik sebelum menikah. Kesucian diri, tulusnya cinta, dan besarnya pengorbanan, hanya untuk orang yang sudah dihalalkan bagi kita. Maka sebelum nikah kita harus bersabar dalam kesendirian. Kita padatkan waktu untuk berprestasi. Tak perlu lagi kita galau soal jodoh. Kalau diri kita berkualitas. Jodoh yang berkualitas akan dihadirkan untuk kita,” (Ahmad Rifa’i Rif’an)
Kelola cinta itu kawan, karena cinta tidak mesti memaksakan diri untuk melupakan, dan cinta juga tidak memaksa diri untuk memiliki.
Saudaraku
Tautkan cinta mu kepada sang pemilik cinta, lampiaskan cinta mu melalui bait-bait doa kepada sang pemilik cinta, curahkan segalanya kepadanya. Mohonlah ampunan kepada Allah apabila didalam hati kita masih menyimpan rasa cinta kepada orang yang belum lagi halal bagi kita, semoga kelak kita dipertemukan dengan belahan jiwa kita disaat yang tepat, bertemu dalam kesucian cinta karenanya.
Bersabarlah dengan kesendirian
Selagi cinta belum halal.
Komentar
Posting Komentar