Adakah cinta yang muncul dari embun pagi ?
Adakah rindu yang datang bersamaan dengan datangnya embun pagi ?
Adakah sayang yang menemani datangnya embun pagi ?
Kawan
Ketika hangatnya mentari menyambutmu dipagi hari, adakah engkau mengucap syukur kepada sang maha pemilik hati ?
Ketika hembusan angin pagi yang segar menerpamu, adakah kau ingat untuk bersyukur kepada sang penguasa langit dan bumi ?
Sahabat
Dalam mengarungi kehidupan ini, kita tak ubahnya seperti seorang perantau. Yang datang dari sebuah daerah untuk kemudian bermukim sementara ditempat orang lain, yang suatu waktu kita akan tinggalkan dan kembali ke kampung halaman kita.
Begitulah kita hidup di dunia, kita di ciptakan oleh sang maha pencipta, hidup di dunia mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat, lalu kembali kepada sang maha pencipta.
Namun, sudahkah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita ? Tak terhitung betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, olehnya itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur kepada Allah.
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Ikhwah
Kita tidak akan mampu menghitung berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, yang bagi sebagian saudara-saudara kita tidak mendapatkan itu. Karenanya, mari kita senantiasa mensyukuri segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita.
Adakah rindu yang datang bersamaan dengan datangnya embun pagi ?
Adakah sayang yang menemani datangnya embun pagi ?
Kawan
Ketika hangatnya mentari menyambutmu dipagi hari, adakah engkau mengucap syukur kepada sang maha pemilik hati ?
Ketika hembusan angin pagi yang segar menerpamu, adakah kau ingat untuk bersyukur kepada sang penguasa langit dan bumi ?
Sahabat
Dalam mengarungi kehidupan ini, kita tak ubahnya seperti seorang perantau. Yang datang dari sebuah daerah untuk kemudian bermukim sementara ditempat orang lain, yang suatu waktu kita akan tinggalkan dan kembali ke kampung halaman kita.
Begitulah kita hidup di dunia, kita di ciptakan oleh sang maha pencipta, hidup di dunia mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat, lalu kembali kepada sang maha pencipta.
Namun, sudahkah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita ? Tak terhitung betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, olehnya itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur kepada Allah.
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Ikhwah
Kita tidak akan mampu menghitung berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, yang bagi sebagian saudara-saudara kita tidak mendapatkan itu. Karenanya, mari kita senantiasa mensyukuri segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita.

Komentar
Posting Komentar